Lulung menyebut, upaya relokasi pedagang selama ini tidak efektif. Pasalnya, lokasi baru yang disediakan sepi pengunjung sehingga dagangan mereka tidak laku seperti di Blok G.
Pemindahan pedagang ke Blok G dilakukan pada era Gubernur Joko Widodo. Namun kawasan tersebut saat ini ditinggalkan para pedagang karena tak ada pengunjung datang sehingga pedagang rugi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai sepinya aktivitas jual-beli di Blok G Tanah Abang selama ini bukan karena masalah kurangnya akses jalan atau infrastuktur di sekitar lokasi. Namun Lulung tidak mau mengatakan penyebab sepinya blok tersebut.
“Banyak tempatnya, makanya tanya Haji Lulung," ujarnya.
Lihat juga:Kini Tanah Abang Kembali Semrawut |
Djarot mengatakan, Pemprov DKI telah sejak lama berupaya membersihkan kawasan Tanah Abang dari PKL dan memusatkan aktivitas jual-beli di dalam pasar. Jelang Ramadan, kata dia, Pemprov akan giat mensosialisasikan larangan berjualan di jalan.
Di sisi lain, penertiban Satpol PP tak membuat para pedagang kaki lima di Tanah Abang jera. Selang beberapa jam usai penindakan, mereka kembali menggelar lapak di pinggir jalan.