"Yang lebih penting lagi pertemuan ini harus mampu meningkatkan kerja sama pemberantasan terorisme dan sekaligus mengirimkan pesan perdamaian kepada dunia," kata Jokowi, Ahad (21/5) seperti dilansir dari Antara.
Konferensi "Arab Islamic American Summit” mempertemukan para pimpinan negara-negara Arab dan Islam dengan Presiden AS Donald Trump, berlangsung di King Abdul Aziz International Convention Center Riyadh, Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan, umat Islam sebagai korban terbanyak dari konflik dan radikalisme terorisme.
Presiden mengatakan kondisi tersebut justru membuat anak-anak muda frustrasi dan marah.
"Rasa marah dan frustasi ini dapat berakhir dengan muculnya bibit-bibit baru ektremisme dan radikalisme," jelasnya.
"Persatuan umat Islam merupakan kunci untuk keberhasilan memberantas terorisme; janganlah energi kita habis untuk saling bermusuhan," kata Jokowi.
Kedua, kerja sama pemberantasan radikalisme dan terorisme harus ditingkatkan, termasuk: pertukaran informasi intelijen; pertukaran penanganan FTF (Foreign Terrorist Fighters), peningkatan kapasitas; semua sumber pendanaan harus dihentikan kita semua tahu banyaknya dana yang mengalir sampai ke akar rumput di banyak negara dalam rangka penyebaran ideologi ekstrem dan radikal.
"Semua aliran dana harus dihentikan," tegas Presiden Jokowi di depan Raja Salman dari Arab Saudi, Presiden AS Donald Trump serta pemimpin negara Arab dan Islam yang hadir.
"Saya berharap bahwa setiap dari kita harus berani menjadi 'part of solution' dan bukan 'part of problem' dari upaya pemberantasan terorisme. Setiap dari kita harus dapat menjadi bagian upaya penciptaan perdamaian dunia," kata Presiden.