Dia mengatakan, pihaknya belum mengambil langkah hukum terhadap geng motor yang dikabarkan melakukan aksi brutal di sekitar kawasan Jabodetabek. Pasalnya, kebenaran video dan informasi terkait aksi brutal geng motor yang tersebar lewat media sosial itu belum bisa dikonfirmasi.
"Sampai saat ini, belum ada laporan ke kami terkait peristiwa tersebut (video geng motor). Kalau ada masalah di lapangan, kami minta diinformasikan supaya bisa kami tangani, tapi kalau tidak ada jangan diada-adakan," kata Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (23/5).
Lihat juga:Polisi Razia Komplotan Geng Motor di Jakarta |
Dia menyampaikan, penindakan terhadap geng motor yang terakhir dilakukan kepolisian terjadi di Jatiwaringin, Jakarta Timur pada Minggu (21/5). Saat itu, kata Rikwanto, polisi menangkap lima orang sebagai terduga pelaku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah video aksi onar geng motor di Jagakarsa, Jakarta Selatan, tersebar lewat media sosial. Beberapa pemuda terlihat memberhentikan motor dengan menggunakan senjata tajam dan benda yang menyerupai kayu.
Dalam video tersebut, terlihat sejumlah pengendara motor menjadi korban setelah terjatuh dan diserang oleh pemuda dengan senjata tajam.
Namun, saat ditanya lebih lanjut perihal langkah hukum yang telah dilakukan polisi terkait insiden tersebut, dia enggan menjawab. "Itu kejadian Februari 2017," kata Budi saat dikonfirmasi.