Pengamat Politik AS Hikam berpendapat, ada implikasi yang telah dipikirkan oleh Ahok untuk memutuskan mencabut banding. Terutama nasib Jokowi ke depannya.
"Jika proses hukum berjalan, mau tidak mau Presiden Jokowi akan dikait-kaitkan," kata Hikam kepada CNNIndonesia.com, Selasa (23/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut mantan Menteri Riset dan Teknologi era Gus Dur itu, Ahok tidak menginginkan masalah hukum dan politiknya mengganggu Jokowi.
"Ahok justru khawatir terhadap apa yang akan dialami pihak lain, terutama masyarakat dan para pendukungnya," katanya.
Lihat juga:Sekjen PDIP Apresiasi Cabut Banding Ahok |
Keduanya bekerja sama hampir selama dua tahun, hingga Jokowi terpilih sebagai Presiden pada 2014.
Meski ditinggal Jokowi, hubungan keduanya tetap erat. Jokowi kerap menyambangi Balai Kota.
Ahok bahkan pernah beberapa kali terang-terangan menyebut Jokowi sebagai sahabatnya.
Pada Mei 2016, ketika ditanya wartawan tentang kemungkinan dirinya gagal terpilih sebagai Gubernur di Pilkada 2017 Ahok menjawab, "Saya sih santai saja kalau enggak bisa maju dalam Pilkada atau terpilih gubernur lagi. Saya punya teman baik presiden."
Ketika kasus penodaan agama mencuat, dan Ahok ditetapkan sebagai tersangka, Jokowi enggan menuruti desakan sejumlah kalangan yang meminta Ahok diberhentikan.
Jokowi bergeming, meski pemerintah digugat ke PTUN karena tak memberhentikan Ahok.