Menurutnya, bahan peledak yang digunakan itu adalah triacetone triperoxide (TATP) yang dimasukkan ke dalam pressure cooker.
Dia menuturkan bahan ini mudah dibuat karena hanya membutuhkan cairan pembersih kuku dan tidak membutuhkan detonator.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia berkata, bahan ini sudah dicoba untuk digunakan dalam aksi teror di Jawa Timur dan Mal Alam Sutera, Serpong, Banten beberapa waktu lalu.
Menurut Tito, bom tersebut berisi shrapnel (pecahan peluru meriam) yang terdiri dari gotri, mur, dan gunting kecil.
"Ledakan pertama (pelaku) INS tidak besar. Ledakan kedua yang besar, pakai ransel kemudian meledak, badannya hancur, dan kepala lepas sampai ke dalam halte Bus TransJakarta," kata mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu.
Bom meledak di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, dua hari lalu. Tiga orang polisi tewas dalam peristiwa itu. Sedangkan 11 orang lainnya terluka.
Lihat juga:ISIS Berencana Bangun Basis di Asia Tenggara |