Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir menyatakan Indonesia saat ini bukan zona perang berdasarkan pada syariat Islam. Dia menuturkan bom bunuh diri merupakan tindakan yang salah alamat dan di luar batas syariat.
Diketahui, bom di Kampung Melayu meledak pada Rabu pekan ini sehingga menewaskan tiga polisi, lima polisi luka dan warga sipil lain yang terluka. Menurut Indonesia Police Watch (IPW), serangan itu merupakan serangan terbesar terhadap Polri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bachtiar juga menuturkan seluruh pihak tak melekatkan peristiwa kekerasan itu dengan umat Islam. Peristiwa yang menghilangkan nyawa itu, kata dia, bukan lelucon yang dijadikan mainan untuk kepentingan apa pun.
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian sebelumnya memastikan nama pelaku bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5), yakni Ihwan Nurul Salam dan Ahmad Sukri.
Menurutnya, kepastian itu diperoleh setelah pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara, identifikasi fisik, serta mencocokan deoxyribonucleic acid (DNA) pelaku dengan pihak keluarganya.