Polisi Sebut Intimidasi Dokter di Solok Telah Diselesaikan

Feri Agus Setyawan, CNN Indonesia | Minggu, 28/05/2017 15:55 WIB
Polisi Sebut Intimidasi Dokter di Solok Telah Diselesaikan Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Markas Besar Polri menyatakan, intimidasi yang sempat dilakukan terhadap dokter Fiera Lovita oleh Front Pembela Islam (FPI) dan sejumlah kelompok lainnya di wilayah tersebut, telah diselesaikan.

Intimidasi tersebut sebelumnya dilakukan terhadap dokter Fiera setelah mengunggah status di media soal pada pekan ini soal pentolan FPI Rizieq Shihab yang tak kembali ke Indonesia terkait kasus dugaan konten pornografi.

"Artinya setelah dokter Fiera Lovita itu sudah menyatakan dengan tulus minta maaf dan selesai, tidak ada lagi intimidasi ke rumahnya," kata Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Jakarta, Minggu (28/5).


Setyo mengungkapkan, setelah semua pihak diundang ke Polres Solok, dokter Fiera menyampaikan permintaan maaf atas status yang dia unggah. Setyo mengaku telah mendapat laporan langsung dari Kapolda Sumatera Barat Brigadir Jenderal Fakhrizal. 

Dalam pertemuan tersebut, Fiera dimediasi dengan perwakilan FPI setempat. Masalah tersebut pun telah selesai dan tak berbuntut panjang.
"Pertama memang ada, beliau melapor, dari Polres Solok datang. Oleh sebab itu diminta datang semua ke Polres, bikin konferensi pers bersama," tutur Setyo.

Setyo mengungkapkan, status dokter yang bertugas di RSUD Kota Solok itu viral setelah ada seseorang yang menelpon dan meminta menjelaskan kronologi intimidasi yang dia terima pertama kali. Seseorang tersebut mengaku bakal membantu dokter Fiera menghadapi masalah ini. 

"Ternyata yang menelpon itu diduga yang mengunggah dan menyampaikan di medsos. Karena dia tidak pernah mengaku menyampaikan di medsos (soal kronologi)," tuturnya.

Setyo meminta masyarakat yang merasa mendapat ancaman dari sekelompok orang bisa langsung melaporkan ke kantor polisi terdekat. Dia menyarankan agar masyarakat tak langsung mengeluhkan masalah di media sosial, yang rawan diputarbalikan. 

"Prinsip kalau ada yang merasa terancam atau merasa tidak nyaman, segera lapor polisi yang terdekat. Jangan laporkan ke media sosial, nanti dipelintir," tuturnya.

Menurut Setyo, untuk saat ini kondisi di Solok sudah kondusif dan berjalan seperti biasa. Setyo menduga dari peristiwa dokter Fiera ini ada upaya untuk melakukan adu domba.
"Solok tidak ada masalah dan dalam keadaan kondusif. Ada upaya-upaya untuk mengadu domba antar kelompok," ujarnya.

Setara Institute sebelumnya mengecam dugaan intimidasi oleh Front Pembela Islam (FPI) terhadap salah seorang dokter di Solok ketika mengkritik Rizieq terkait dugaan cakap mesum.

Wakil Ketua Setara Institute Bonar Naipospos mengatakan, FPI dan sejumlah kelompok lainnya diduga mengintimidasi dokter Fiera Lovita yang bekerja di RSUD Kota Solok, Sumatera Barat.

Hal itu dimulai ketika Fiera mengunggah statusnya di media soal pada pekan ini soal mengapa Rizieq tak kembali ke Indonesia terkait dengan kasus dugaan cakap mesum yang menjeratnya


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA