Fiera adalah sosok yang belakangan relatif dikenal setelah dirinya mendapat intimidasi lantaran menulis status soal tokoh Front Pembela Islam Rizieq Shihab di akun media sosialnya.
Southeast Asia Freedom of Expression Network (Safenet) sebelumnya meminta pemerintah Indonesia mewaspadai aksi persekusi yang disebut Efek Ahok atau 'The Ahok Effect'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fiera dan keluarga terpaksa meninggalkan rumahnya di Solok menuju Jakarta pada Senin malam. Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat mendampingi Fiera dan keluarga selama berangkat dari rumahnya menuju Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Sumatera Barat.
Dikatakan Rahmat, saat mendampingi Fiera ke bandara, anggota GP Ansor turut oleh personel dari kepolisian.
Dihubungi terpisah, Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas membenarkan bahwa ada anggota lembaga itu yang menemani Fiera dan keluarganya dari Solok menuju bandara di Padang.
"Setelah melakukan pertimbangan, oke, kalau diperlukan akan saya bantu," kata Yaqut kepada CNNIndonesia.com.
Yaqut menyampaikan bahwa pendampingan ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselematan Fiera dan keluarganya menuju Bandara. Dia tidak ingin Fiera kembali mendapat ancaman atau intimidasi dari pihak-pihak tertentu.
"Keluar dari Solok mungkin takut. Kita memandang secara kemanusiaan saja," ujarnya.
Mereka yang datang keberatan dengan status yang diunggah Fiera di media sosial. Kala itu, Fiera menyindir pentolan FPI Rizieq Shihab karena tidak kunjung pulang ke tanah air terkait kasus dugaan percakapan mesum yang menjeratnya.