Terancam, Dokter Korban 'The Ahok Effect' Dibawa ke Jakarta

Bimo Wiwoho , CNN Indonesia | Selasa, 30/05/2017 14:31 WIB
Terancam, Dokter Korban 'The Ahok Effect' Dibawa ke Jakarta Ilustrasi Ahok Effect. (CNN Indonesia/Susetyo Dwi Prihadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dokter Fiera Lovita dan keluarga dilaporkan terpaksa dibawa ke Jakarta dari kediamannya di Solok, Sumatera Barat, karena alasan keamanan. Fiera pergi meninggalkan rumahnya untuk menempuh penerbangan ke Jakarta pada Senin malam (29/5).

Fiera adalah sosok yang belakangan relatif dikenal setelah dirinya mendapat intimidasi lantaran menulis status soal tokoh Front Pembela Islam Rizieq Shihab di akun media sosialnya.

Southeast Asia Freedom of Expression Network (Safenet) sebelumnya meminta pemerintah Indonesia mewaspadai aksi persekusi yang disebut Efek Ahok atau 'The Ahok Effect'.

Persekusi itu mewujud pada tindak sewenang-wenang dari sejumlah warga untuk memburu dan menangkap seseorang yang diduga telah melakukan penghinaan terhadap ulama dan agama, usai kasus Ahok.

Fiera dan keluarga terpaksa meninggalkan rumahnya di Solok menuju Jakarta pada Senin malam. Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat mendampingi Fiera dan keluarga selama berangkat dari rumahnya menuju Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Sumatera Barat.
Di Jakarta, Fiera akan diberi tempat yang aman oleh sejumlah dokter yang menamakan diri Dokter Bhineka. 

"Ada dua orang yang menemani dari Solok. Ada satu orang menunggu di Bandara," ujar Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Sumatera Barat, Rahmat Tengku Sulaiman saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (30/5).

Dikatakan Rahmat, saat mendampingi Fiera ke bandara, anggota GP Ansor turut oleh personel dari kepolisian.

Dihubungi terpisah, Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas membenarkan bahwa ada anggota lembaga itu yang menemani Fiera dan keluarganya dari Solok menuju bandara di Padang.
Yaqut menjelaskan, pendampingan diberikan karena sebelumnya ada permintaan dari salah satu anggota tim Dokter Bhinneka yang merupakan teman Fiera. Yaqut lalu menyanggupi permintaan tersebut dengan memberi pendampingan.

"Setelah melakukan pertimbangan, oke, kalau diperlukan akan saya bantu," kata Yaqut kepada CNNIndonesia.com.

Yaqut menyampaikan bahwa pendampingan ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselematan Fiera dan keluarganya menuju Bandara. Dia tidak ingin Fiera kembali mendapat ancaman atau intimidasi dari pihak-pihak tertentu.

"Keluar dari Solok mungkin takut. Kita memandang secara kemanusiaan saja," ujarnya.
Beberapa hari yang lalu, dokter Fiera Lovita yang bekerja di RSUD Solok, Sumatera Barat, didatangi oleh sejumlah orang yang mengatasnamakan Front Pembela Islam.

Mereka yang datang keberatan dengan status yang diunggah Fiera di media sosial. Kala itu, Fiera menyindir pentolan FPI Rizieq Shihab karena tidak kunjung pulang ke tanah air terkait kasus dugaan percakapan mesum yang menjeratnya.