Jusuf Kalla Minta Polisi Tegas Tindak Pelaku Persekusi

Aulia Bintang Pratama , CNN Indonesia | Selasa, 30/05/2017 18:57 WIB
Jusuf Kalla Minta Polisi Tegas Tindak Pelaku Persekusi Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaui aksi persekusi akhir-akhir ini meningkat usai vonis terhadap Ahok. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas jika ada aksi persekusi yang terjadi di Indonesia. Persekusi adalah tindak sewenang-wenang memburu warga atau individu untuk disakiti, dipersusah, tanpa mengindahkan hukum yang berlaku.

Hal itu diungkapkan Kalla setelah maraknya kejadian persekusi yang disebut merupakan imbas dari kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Iya iya iya (polisi harus tegas)," kata Jusuf Kalla saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Selasa (30/5).
Jusuf Kalla menuturkan, sebenarnya kasus persekusi di Indonesia sudah menurun dibandingkan tahun-tahun yang lalu. Namun tindakan seperti itu kembali marak setelah mencuatnya kasus penistaan agama yang menyeret Ahok.

Salah satu kasus persekusi yang menjadi perbincangan hangat adalah yang dialami dokter Fiera Lovita, warga asal Solok, Sumatera Barat.

Fiera mendapat intimidasi dari Front Pembela Islam setelah dirinya menyindir Rizieq Shihab yang tak kunjung pulang ke Indonesia.
Status yang ditulis Fiera di media sosialnya membuat sejumlah orang yang mengatasnamakan FPI mendatangi tempat kerjanya. Mereka yang datang keberatan dengan status yang diunggah Fiera di media sosial tersebut.

Kabarnya, Fiera dan keluarga saat ini berada di Jakarta untuk mendapatkan perlindungan. Kabar tersebut diutarakan oleh Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Sumatera Barat, Rahmat Tengku Sulaiman.

GP Anshor Sumatera Barat mendampingi Fiera dan keluarga saat berangkat dari rumahnya menuju Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Sumatera Barat.

"Ada dua orang yang menemani dari Solok. Ada satu orang menunggu di Bandara," ujar Rahmat saat dihubungi CNNIndonesia.com.