Jumlah tersebut relatif besar mengingat di waktu yang sama perekonomian dan pembangunan di daerah-daerah luar Pulau Jawa sudah bergerak jauh dan bertumbuh cepat.
"Saya mendapat informasi masih sekitar 48,7 persen atau 653 desa masih terisolasi di Bengkulu. Konektivitas yang menghubungkan Bengkulu dengan provinsi lain masih terbatas," ujar Jokowi di Kantor Presiden, Rabu (31/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi mengatakan, pengembangan pusat-pusat perekonomian di Sumatera dinilai dapat berdampak positif bagi Bengkulu. Oleh sebab itu, ia menegaskan perlunya konektivitas Bengkulu dengan seluruh provinsi di Sumatera.
"Kami ingin Presiden berikan dukungan Bengkulu 2020. Kenapa 2020? Karena sarana prasarana belum ada saat ini, kami minta dibenahi dulu," tutur Ridwan.
Setelah mendengar sejumlah masukan, Jokowi disebut akan menindaklanjuti melalui pertemuan teknis yang dikoordinasikan Bappenas.
Bengkulu direncanakan akan memiliki empat jalur kereta api mulai dari Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu. Pemerintah juga membangun empat pelabuhan, dan tiga kawasan industri.
"Kami mengharapkan (pendanaan) dari nasional karena kami bukan daerah petroleum (minyak), Bengkulu ini harus dikeroyok. Kalau enggak saudara kita di sana tidak bisa kejar ketertinggalan," ucapnya.