Koalisi itu menyatakan saat ini ada 59 orang yang diduga menjadi korban persekusi terkait dengan dugaan penghinaan agama. Safenet, menyebut tren tersebut sebagai ’the Ahok Effect’, menyusul kasus dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Sepuluh pola itu adalah:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Membuka identitas dan menyebarkannya.
4. Aksi mendatangi ke rumah atau kantor.
5. Ancaman kekerasan hingga terjadi kekerasan.
6. Dilaporkan ke kantor polisi dengan Pasal 28 Undang Undang ITE atau Pasal 156 a KUHP.
7. Disuruh meminta maaf lisan maupun pernyataan tertulis.
8. Penegak hukum menetapkan tersangka.
9. Penegak hukum hanya melihat proses penuntutan permintaan maaf.
10. Akun korban diduga dipalsukan.
“Persekusi diwarnai perburuan yang terindikasi dilakukan sistematis dan meluas,” demikian Koalisi Anti-Persekusi dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (1/5). “Ini mengancam demokrasi karena sekelompok orang mengambil alih negara untuk menetapkan orang bersalah.”
Oleh karena itu, Komnas HAM dan kepolisian didesak melakukan investigasi serius atas persekusi yang dilakukan sekelompok orang tersebut. Koalisi juga meminta masyarakat tak melakukan siar kebencian karena bisa berakibat perpecahan.
Untuk kasus itu, Polda Metro Jaya menetapkan Rizieq sebagai tersangka dan kini ditetapkan sebagai buron. Tersangka lainnya adalah Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein.