"Telah dilaksanakan penahanan terhadap tiga tersangka JIS, WS, dan A pada Rabu," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (2/6).
JIS, WS dan A adalah rekan dari Ikhwan Nurul Salam dan Ahmad Sukri, dua orang yang tewas setelah melakukan aksi bom bunuh diri di Kampung Melayu, Rabu (24/5) malam lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain ketiganya, polisi juga mengamankan tiga orang lain yang diduga terkait dengan aksi teror itu. Mereka masih dalam proses penyeledikan petugas.
Kemudian, AS dan BF yang ditangkap di dua lokasi berbeda di Cipayung, Jakarta Timur pada Selasa (30/5). Keduanya juga diduga mengenal baik Ahmad Sukri.
Menurutnya, bahan peledak yang digunakan itu adalah triacetone triperoxide (TATP) yang dimasukkan ke dalam panci presto. Tito mengatakan, bom mudah dibuat karena hanya membutuhkan cairan pembersih kuku dan tidak membutuhkan detonator.
"Bahan dasar (cairan) untuk membersihkan kuku. Ini sangat berbahaya, cukup panas, dia bisa meledak," kata Tito.