Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Budi Kaliwono berharap masyarakat, khususnya penumpang Transjakarta, bisa mendapatkan daging berkualitas dengan harga eceran tertinggi (HET).
Oleh karena itu, tambah Budi, saat ini pihaknya sedang memikirkan cara untuk menjual daging yang segar tanpa penggunaan alat pendingin.
"Kami lagi pikirin bagaimana caranya supaya warga bisa mendapatkan daging dengan harga lebih murah dan kualitasnya bisa kami pertanggungjawabkan," kata Budi di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (6/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seminggu penjualan itu sudah 5.000-an kemasan. Jadi yang paling laku seingat saya gula, setelah itu minyak goreng, tepung terigu, beras," kata Budi.
Lihat juga:Bus Transjakarta Pasang Iklan Antimerokok |
Penjualan kebutuhan bahan pokok di halte Transjakarta sudah dibuka sejak 26 Mei lalu. Mereka beroperasi sejak pukul 16.00-19.00 WIB.
“Saat mereka (penumpang) kembali ke rumah, mereka bisa langsung belanja kebutuhan pokok," kata Budi.
Selain dekat dengan permukiman, halte yang dijadikan sebagai toko sembako adalah halte tujuan akhir yang tidak terintegrasi dengan koridor lainnya. Misalnya Halte Ragunan, Halte Kampung Rambutan, Halte Kalideres, Halte Kampung Melayu dan Halte Pinang Ranti.