Telusuri Kekayaan Mantan Panitera, KPK Periksa Pengusaha

Priska Sari Pratiwi , CNN Indonesia | Kamis, 08/06/2017 12:28 WIB
Telusuri Kekayaan Mantan Panitera, KPK Periksa Pengusaha KPK memanggil sembilan saksi dari berbagai latar belakang terkait kasus dugaan TPPU bekas panitera PN Jakarta Utara Rohadi. Di antaranya adalah pengusaha. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil sembilan orang saksi dari berbagai latar belakang terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan penerimaan gratifikasi yang menjerat mantan panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi.

Sembilan saksi tersebut berasal dari unsur pengusaha yakni Gunawan dan Lie Samsudin, ibu rumah tangga Lydia Kristiana, Merry Pardi, Novi Widyana, dan Ranti Widowati, karyawan swasta Siman Tanoto, serta pengacara Otto de Ruitter dan Nino Sukarna.

“Mereka diperiksa sebagai saksi bagi tersangka R (Rohadi),” ujar Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (8/6).
Para saksi tersebut, kata Febri, akan diminta keterangan soal aset-aset yang dimiliki Rohadi. Pasalnya, Rohadi diduga telah mengalihkan sejumlah harta yang diduga hasil kejahatan korupsi untuk menyamarkan TPPU yang dilakukan.

KPK telah menetapkan Rohadi sebagai tersangka kasus TPPU dan penerimaan gratifikasi sejak Agustus 2016. TPPU tersebut diduga dilakukan saat Rohadi masih menjabat sebagai panitera pengganti di PN Jakarta Utara dan PN Bekasi.
Sebagai panitera pengganti, harta Rohadi terbilang luar biasa. KPK telah menyita belasan kendaraan, beberapa rumah mewah, sebuah rumah sakit di Indramayu, kapal laut, arena waterboom, dan kompleks perumahan mewah milik Rohadi.

Ia sebelumnya telah divonis tujuh tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Rohadi terbukti menerima suap untuk mengatur penunjukan majelis hakim yang menangani perkara cabul Saipul Jamil.