Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochmad Iriawan mengatakan, sejumlah pakar itu merupakan ahli telematika dan ahli information technology.
"Kalau ahli yang terkait konten itu, ada beberapa ahli telematika dan IT. Ada enam ahli yang ada," kata Iriawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau di dalam (negeri) enak, kami bisa langsung. Kalau luar kami mesti koordinasi dengan mereka (Kepolisian AS),” tutur Iriawan.
Sebelum dan bahkan sesudah ditetapkan tersangka, berkali-kali Rizieq dan Firza meminta kepolisian untuk mengungkap penyebar konten. Alasan itu pula yang membuat Rizieq tak mau kooperatif untuk diperiksa sebagai saksi hingga detik ini.
Salah satu penasihat hukum Rizieq, Eggi Sudjana mengatakan, sesuai Pasal 4 Undang-Undang Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi, salah satu perbuatan pidana adalah pelaku penyebar konten porno.
Menurut Eggy, Rizieq dan Firza merupakan korban dalam kasus ini. Apalagi hingga saat ini polisi tidak menyasar pelaku penyebar blog baladacintarizieq.
Iriawan menjelaskan, alasan Rizieq dan Firza terjerat pidana pornografi adalah berdasarkan barang bukti dan keterangan saksi ahli serta saksi pendukung. Rizieq berperan sebagai peminta (gambar porno) dan Firza sebagai pembuat.
"Yang tahu Pak Rizieq ini Firza. Ada pertukaran atau permintaan gambar antara yang diminta (Firza) dengan yang meminta (Rizieq ). Itu saja," katanya.
Lihat juga:Rizieq Berniat Ajukan Perpanjangan Visa |
Menurut Iriawan, ia dan pemerintah tak gentar menghadapi pelbagai tekanan karena kasus Rizieq itu. "Mau dikekang seperti apapun, pemerintah tak takut. Saya diancam dikekang, gak masalah. Hukum sudah ditegakkan," kata Iriawan.
Iriawan mengaku belum mendapat surat pemberitahuan dari Presidium Alumni 212 untuk aksi yang dimaksud. "Pihak Masjid Istiqlal terkahir menyampaikan juga tak akan memberikan kegiatan ini. Untuk apa juga (aksi), peristiwa ada (bukti perbuatan)," katanya.
Aksi Bela Ulama 96 di Jakarta, Jumat esok rencananya dipimpin Ustaz Ansufri ID Sambo dan Ustaz Hasri Sorimuda Harahap. Aksi digelar sebagai solidaritas terhadap sejumlah tokoh yang tengah menjalani proses hukum di kepolisian.