"Kalau bersih ngapain risih. Kalau jujur ngapain takut. Agur Rahardjo lebay aja minta bantu presiden segala," ujar Masinton di Gedung DPR, Jakarta, Senin (12/6).
Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo berharap Presiden Jokowi mengambil sikap mengenai pansus angket KPK. Seperti dilansir Detik.com, dia menyakini Presiden Jokowi mengamati proses pansus angket di DPR.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menegaskan, DPR memiliki komitmen untuk memberantas korupsi sebagaimana yang dilakukan oleh KPK. Oleh karena itu, pandangan pansus angket akan melemahkan KPK dianggap tidak tepat.
Masinton menyampaikan, pansus angket KPK akan mulai efektif bekerja minggu depan. Proses awal yang bakal dilakukan adalah memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan, termasuk terhadap KPK.
"Mulai minggu depan nanti sudah dilalakukan pemanggilan," ujar Masinton.
Masinton berkata, pihak yang turut dipanggil dalam adalah ahli dan para pakar yang terlibat dalam pembuatan UU Nomor 30/2002 tentang KPK. Para ahli tersebut, yakni Romli Atmasasmita, Andi Hamzah, dan Yusril Ihza Mahendra.
"Pakar sudah sebagian sudah disiapkan. Termasuk yang membudani UU 30/2002 tentang KPK. Kami akan minta masukan pakar," ujarnya.