Kapolres Jakarta Utara Komisaris Besar Dwiyono mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah persuasi kepada warga setempat untuk meninggalkan bangunan liar tersebut. Dia mengklaim sebagian besar warga telah meninggalkan lokasi tersebut sebelum penertiban bangunan dilakukan.
"Ini perlu ditertibkan karena belakangan bangunan liar banyak digunakan sebagai tempat maksiat, kami telah melakukan imbauan agar warga segera meninggalkan bangunan," kata Dwiyono saat memimpin apel jelang penggusuran, Rabu (14/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini agar pelaksanaan penertiban berjalan aman, berkaitan itu saya kasih gambaran bahwa memang di sepanjang Tol Teluk Indah sudah terbangun bedeng ada yang digunakan untuk tempat tinggal, ada yang buat maksiat baik prostitusi, bar, dan lainnya," katanya.
Dia juga mengimbau kepada personelnya untuk melakukan penertiban secara humanis, proporsional, prosedural, ikhlas mengingat eksekusi kali ini dilakukan saat Ramadan. Tak ada perlawanan dari warga setempat.
Apel sebelum penertiban bangunan liar di kolong tol kawasan Kalijodo, Jakarta. (CNN Indonesia/Filani Olivia) |
"Kami dalam pelaksanaan ini sudah sekian kalinya bahwa kegiatan ini terus lakukan," ujar Wahyu.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, penertiban Kalijodo dilakukan di dua lokasi yang berbeda, di wilayah barat dan utara. Penggusuran pagi ini mengerahkan empat alat berat dan sejumlah truk untuk mengangkut barang.
Beberapa warga terlihat mondar-mandir mengambil barang-barangnya di rumah. Sementara anak-anak kecil dibiarkan berada di sekitar lokasi ketika Satpol PP tengah melakukan menertibkan.
"Kalau jumlah bedeng bangunan liar yang ditertibkan tidak tahu pasti, karena tidak pernah dihitung," katanya.
Dia mengatakan, selama ini telah melakukan pemberitahuan penertiban satu bulan sebelumnya. Warga diminta segera meninggalkan lokasi kolong tersebut.
Apel sebelum penertiban bangunan liar di kolong tol kawasan Kalijodo, Jakarta. (CNN Indonesia/Filani Olivia)