Keinginan yang sama juga dipendam pewarta Istana yang selalu mengikuti kegiatan Jokowi. Selama ini mereka hanya melihat Jokowi membagi-bagikan sepeda kepada masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
Sepeda sempat disinggung para pewarta ketika Jokowi berkunjung ke ruang wartawan dua hari lalu. Jokowi tertawa mendengar hal itu. Ia pun bingung harus memberi pertanyaan apa kepada wartawan yang selalu mengikutinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, itu biar belajar dulu," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sebelum meninggalkan Ruang Wartawan.
Lima sepeda disiapkan. Jokowi awalnya kelihatan bingung karena pertanyaannya hanya seputar ikan, provinsi, tarian, dan Pancasila.
Ia akhirnya meminta disebutkan 10 nama ikan air asin dan air tawar namun dengan satu persyaratan yakni tidak boleh ikan tongkol. Permintaan itu disambut riuh tawa pewarta, Pratikno, Juru Bicara Johan Budi, dan sejumlah staf khusus yang berada di Istana Negara.
"Sepuluh itu banyak, loh. Kalian saja bingung, apalagi anak-anak," guyon Jokowi.
Setelah beberapa kali percobaan, Rendi berhasil menjawab dengan mantap sepuluh ikan air asin dan air tawar.
Keseruan berlanjut. Jokowi sempat terdiam sejenak memilih pertanyaan hingga ia memutuskan memberi kesempatan kepada perempuan yang bisa silat.
Kesempatan itu diambil Garnis, videografer salah satu saluran televisi swasta. Di atas panggung Istana Negara ia menunjukkan kemampuan dasar pencak silat dan berbuah sepeda.
Seorang wartawan menunjukkan kaus kakinya bolong kepada Jokowi sebelum menerima hadiah sepeda. (Biro Pers Setpres/ Laily Rachev) |
"Di sini semua pakai sepatu, kan? Pakai kaus kaki, kan? Coba ke sini siapa yang kaus kakinya bolong," tanya Jokowi.
Keriuhan kembali terjadi. Kali ini bukan berlomba-lomba mengacungkan jari tetapi tertawa karena mendengar pertanyaan presiden.
Seorang pewarta tanpa malu mengangkat tangan dan langsung berjalan mendekati Jokowi. Presiden meminta bukti bahwa dirinya mengenakan kaus kaki bolong.
"Ya, sudah. Kalau bolong enggak perlu diberi pertanyaan lagi. Ambil sepedanya," kata mantan Wali Kota Solo ini.
Dua sepeda terakhir diberikan kepada dua jurnalis media online, Rayinda dan Jordan. Mereka berhasil menyebutkan Pancasila tanpa kesalahan kata dan sembilan provinsi beserta ibu kotanya.
Meski acara berlangsung santai, Jokowi tetap berpesan kepada awak media untuk tetap membangun dan menumbuhkan optimisme, etos kerja, dan produktivitas segala sektor. Menurutnya, Indonesia masih tertinggal mengenai tiga hal itu.
"Media berperan sekali. Kami harapkan output menjadikan negara ini negara yang besar, makmur, dan sejahtera," pesan Jokowi.
Seorang wartawan menunjukkan kaus kakinya bolong kepada Jokowi sebelum menerima hadiah sepeda. (Biro Pers Setpres/ Laily Rachev)