Dalam rapat yang digelar kemarin, Rabu (14/6), Wiranto mengingatkan soal hubungan baik antara teroris di Filipina dan kelompok radikal yang ada di Indonesia.
"Kita perlu mewaspadai eratnya hubungan jaringan teroris di Indonesia dengan di Filipina," kata Wiranto seperti dikutip dari keterangan pers yang diterima CNNindonesia.com, Kamis (15/6).
Lihat juga:Ryamizard Ingin Buktikan Siap Melawan ISIS |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kelompok MIT itu mendapat suplai senjata dari kelompok Anshorut Khilafah," ujarnya.
Marawi sendiri merupakan sebuah kota yang lokasinya dekat dengan Davao City, kota di Pulau Mindanao yang letaknya hanya berjarak 300 km dengan perbatasan Filipina-Indonesia di Sulawesi Utara.
Langkah Antisipatif
Dengan berbagai kondisi tersebut, pemerintah meminta seluruh lembaga terkait, termasuk lembaga di tingkat daerah, untuk melakukan langkah antisipasi agar kelompok radikal di Filipina Selatan tak sampai masuk ke wilayah Indonesia.
Masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan itu juga lah, kata Wiranto, yang harus dirangkul untuk menjadi garda terdepan dalam mengamankan wilayah dari serbuan ISIS.
"Masyarakat paling tahu kondisi di wilayah mereka dan penekanan juga pada aparat untuk meningkatkan kewaspadaan setinggi mungkin," ujar dia.
Dalam rapat tersebut Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Wakil Gubernur Steven Kandouw, hingga Ketua DPRD Sulawesi Utara Andrei Angouw hadir mendampingi Wiranto.