Siti terbukti bersalah lantaran telah melakukan penunjukkan langsung dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan (alkes) guna mengantisipasi kejadian luar biasa tahun 2005, pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) Departemen Kesehatan (Kementerian Kesehatan).
Hakim juga menilai Siti terbukti secara sah dan meyakinkan menerima gratifikasi sebesar Rp1,85 miliar dari PT Graha Ismaya. Uang tersebut diberikan agar Siti menyetujui revisi anggaran pengadaan Alkes I dan suplier Alkes I.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk dakwaan pertama, Siti dinilai melanggar Pasal 3 UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Untuk hal yang memberatkan, terdakwa tidak mengakui atau berterus terang atas perbuatannya dan terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang sedang giat melakukan pemberantasan korupsi.
Sementara itu, untuk hal meringangkan, terdakwa bersikap sopan di persidangan, terdakwa sudah lanjut usia, terdakwa berjasa dalam penanggulangan wabah flu burung dan terdakwa sudah menitipkan uang pengganti Rp1,35 miliar.
Vonis untuk Siti ini diketahui lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum KPK.
Siti sebelumnya dituntut enam tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan. Tak hanya itu, Siti juga dituntut kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp1,9 miliar subsider satu tahun kurungan.