Abdullah, kemudian, menyatakan dukungannya terhadap keinginan Jokowi untuk melibatkan TNI dalam menangani terorisme di Indonesia.
Kejadian itu bermula ketika acara akan berakhir. Abdullah menerobos kawalan Paspamres dan menghampiri Jokowi yang duduk di podium. Abdullah kemudian berlutut dan berbincang sebentar dengan Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada wartawan, Abdullah mengaku sebagai purnawirawan TNI dan terakhir bertugas di Koramil Kalibagor, Banyumas, Jawa Tengah. Dia pensiun 1995.
Paspampres membantu seorang purnawirawan yang berlutut di depan Jokowi. (CNN Indonesia/Christie Stefanie) |
"Yang menghadapi polisi dan TNI supaya Indonesia tidak seperti Timur Tengah," kata Abdullah.
"Teroris dan radikalis harus dihadapi polisi, tentara, dan segenap bangsa Indonesia," kata pria 71 tahun ini.
Abdullah menuturkan, masukan itu disambut baik Jokowi melalui anggukkan dan senyuman kepadanya.
Pelibatan TNI dalam menangani teroris masih menjadi perdebatan dalam pembahasan revisi UU Antiterorisme di parlemen. Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto ditunjuk langsung Jokowi untuk mengatur dan menyusun dasar melibatkan TNI menangani teroris.
Paspampres membantu seorang purnawirawan yang berlutut di depan Jokowi. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)