"Yang paling kritis memang Cipali. Karena pertumbuhan kendaraan mencapai 15 persen," ujar Budi dalam diskusi di Wisma Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, kemarin.
Jalur Cipali merupakan titik pertemuan antara kendaraan roda empat dari tol dengan kendaraan roda dua, serta roda empat yang melintasi jalur arteri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi saya merasa koordinasi baik sekali dan semua itu sudah diselesaikan," ujarnya.
Faktor lain adalah jarak tempuh yang terbilang lebih cepat ketimbang jalun lain. Dengan jarak tempuh itu, kata Arie, pemudik berbondong-bondong melintasi jalur Cipali.
Tiga Pilihan Jalur
Arie mengimbau pemudik tidak memaksakan diri melintasi jalur Cipali. Dia menyampaikan ada tiga jalur yang bisa dijadikan sebagai alternatif mengurai kemacetan yakni jalur Utara, Selatan, dan menyusuri Pantai Selatan.
Arie menyarankan pemudik yang hendak menuju kawasan D.I Yogyakarta dan sekitarnya sebaiknya melintasi jalur Selatan, yakni masuk ke kawasan Bandung lalu melintasi kawasan Nagrek, Tasikmalaya dan seterusnya.
"Kami sudah cek jalurnya dan pemandangannya bagus," ujarnya.
Sementara bagi pemudik yang tidak dikejar waktu, Arie menyarankan, agar melintasi jalur sepanjang Pantai Selatan, yakni melintasi pantai Tanjung Lesung hingga Pangandaran.
Sama halnya dengan Jalur Selatan, kawasan sepanjang Pantai Selatan juga telah disediakan infrastruktur seperti pom bensin, rumah makan, rumah ibadah, hingga Rumah Sakit.
"Ini pilihan agar tidak semuanya melalui jalur Pantura," ujarnya.