Kemendagri Cetak 18,9 Juta Blanko e-KTP untuk Pilkada 2018

Lalu Rahadian , CNN Indonesia | Selasa, 20/06/2017 05:38 WIB
Kemendagri Cetak 18,9 Juta Blanko e-KTP untuk Pilkada 2018 Ilustrasi. (Antara Foto/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Dalam Negeri kembali memulai proses pencetakan blanko Kartu Tanda Penduduk elektronik sebanyak 18,9 juta keping. Pengadaan blanko e-KTP itu diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan 171 daerah penyelenggara Pilkada 2018.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh berkata, pengadaan blanko e-KTP baru itu sudah dilakukan sejak April. Saat ini, belasan juta blanko e-KTP disebut masih dalam proses pencetakan.

"Untuk lelang masih di probity audit oleh BPKP. Iya, ada prioritas untuk daerah penyelenggara Pilkada 2018," tutur Zudan dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (19/6).

Hingga 16 Mei lalu, sudah ada 5.688.582 blanko e-KTP yang disebar Kemendagri. Jutaan keping blanko e-KTP yang disebarkan itu diprioritaskan untuk warga yang sudah merekam data, namun belum menerima fisik e-KTP.

Dari jumlah tersebut, menurut Zudan, baru ada sekitar 2 juta keping blanko e-KTP yang terpakai. Padahal, jumlah warga yang belum menyelesaikan perekaman e-KTP diklaim hanya tersisa 2,5 persen dari total penduduk wajib beridentitas.

"Perekaman tinggal sedikit, sekitar 2,5 persen lagi," ujarnya.

Tercatat ada beberapa wilayah yang masih menyisakan perekaman bagi warga dalam jumlah besar. Daerah-daerah tersebut antara lain Jawa Timur, Sumatera Utara, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan.

Jutaan keping blanko e-KTP yang disebar ke wilayah tidak merata akibat perbedaan kecepatan dan keaktifan daerah masing-masing. Zudan berkata, banyak daerah yang masih memproses pencetakan e-KTP hingga sekarang.

"Ini saya sedang cek sidak ke Depok dan Bogor. Depok bagus sudah 90 persen tercetak, kalau Kabupaten Bogor baru 30 persen yang dicetak (blankonya)," tuturnya.