Bandara Upayakan Mediasi Sopir Taksi Online yang Dipermalukan

Martahan Sohuturon , CNN Indonesia | Selasa, 20/06/2017 06:02 WIB
Bandara Upayakan Mediasi Sopir Taksi Online yang Dipermalukan Ilustasi taksi online. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia -- General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Adisutjipto Yogyakarta Agus Pandu Purnama mengtakan, pihaknya akan memediasi pengemudi taksi online berinsial F dengan pengemudi taksi konvensional yang mempermalukannya pada Minggu (18/6) malam.

F dipermalukan lantaran dianggap melanggar perjanjian antara taksi resmi dan online yang tidak memperbolehkan transportasi online mengangkut penumpang di area bandara.

"Dengan adanya kejadian ini, PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta mengupayakan untuk melakukan mediasi dengan pihak-pihak terkait," kata Agus dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (19/6).

Agus menuturkan, pihaknya bersama Intel Landasan Udara Adisutjipto terus berupaya mencegah terjadinya tindak kriminal, khusus terkait dengan keamanan dan kenyamanan pengguna bandara.
Pihaknya, lanjut dia, juga akan menjadikan insiden tersebut sebagai acuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan fasilitas transportasi di bandara.

"Kami telah mempersiapkan sistem pemesanan land transportation yang dapat mempermudah pengguna jasa bandara untuk melakukan pemesanan land transportation, baik taksi atau mobil rental," ujar Agus.

Sebelumnya, F mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan di Bandara Adisutjipto Yogyakarta pada Minggu (18/6) malam.

Dalam video yang diunggah Teras Production melalui YouTube berjudul "Perbuatan tidak manusiawi terhadap driver taxi online di bandara adisucipto jogjakarta oleh oknum," F tampak berteriak meminta ampun dan berjanji tidak mengulangi kejadian serupa.

Sejumlah netizen menyayangkan kejadian yang menimpa F. Hukuman yang diberikan kepada F disebut tidak selayaknya dilakukan, lantaran ia sudah mengakui kesalahan dan meminta maaf.

Akibat perbuatannya mengangkut penumpang di area terlarang, F diminta turun dari mobil yang dikendarainya dan melepaskan pakaian oleh seorang petugas. Bukan hanya itu, seluruh badan F juga dicoret-coret dan ia diminta mencium patung yang ada di bandara.

"Di situ habis maghrib kemarin lagi banyak orang. Saya disuruh duduk di tengah-tengah dan badan saya dicoret-coret, buka baju, push-up 50 kali, nyanyi lagu Pancasila ada beberapa kali saya lupa," ucap F seperti dilansir Detikcom.