"Persiapan kami sudah oke. Ada 48 ribu personel dikerahkan di Jawa, dari keseluruhan 190 ribu personel di tempat krusial dan rawan kecelakaan dan macet," kata Royke di kawasan Jakarta Selatan kemarin.
Untuk titik rawan kemacetan, Royke menyebut akan terjadi di Cikarang utama, Palimanan, zona Brebes yang meliputi pintu keluar tol Brebes Timur (Brexit), Brebes Barat, Pejagan, dan Kaligangsa. Permasalahan utama di jalur ini adalah minimnya lampu penerangan jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada lima strategi yang disiapkan. Jika kemacetan di Pantura memburuk, polisi akan menerapkan strategi akhir yakni mengalihkan jalur ke selatan di Purbalingga. Namun jika jalur selatan juga mengalami kemacetan parah, polisi akan memberlakukan sistem buka tutup.
"Di kilometer tertentu ada jalan yang cukup lapang pada jam tertentu. Penyebabnya, pada saat pemudik keluar dari kemacetan nanti akan tancap gas. Ini rawan kecelakan," kata dia.
"Kemudian di Jawa Tengah. Dan paling rawan adalah pertengahan Kebumen dan Purworejo," katanya.
Arus Mudik Pantura
Sementara itu, pada H-5 lebaran, arus mudik di jalur Pantura, tepatnya di kawasan Batang, Jawa Tengah, sudah mulai ramai oleh para pemudik. Meski ramai, arus lalu-lintas berjalan lancar tanpa kemacetan.
Dari pengamatan CNNIndonesia.com di ruas Pantura-Batang-Semarang, volume kendaraan yang masuk tol fungsional Batang rata-rata sekitar 1100 mobil per jam. Angka tertinggi terjadi sekitar pukul 09.00 WIB pagi dan pukul 17.00 WIB sore.
"Kondisinya hari ini mulai ramai meski banyak sepinya. Terlihat ramai pada pagi tadi sekitar jam 9, dan jam 5 sore tadi", ujar Kepala Humas PT. Jasa Marga Semarang-Batang Iwan Abdianto.