Kapolda Metro Jaya Inspektur Jendral Mochamad Iriawan mengatakan, dari jumlah yang ditangkap, kebanyakan pelaku terjaring di pusat keramaian seperti terminal dan jalanan. Mereka ditangkap dari hasil Operasi Cipta Kondisi selama tiga pekan berturut-turut.
"Mereka sering menggangu masyarakat yang sedang melakukan aktivitas. (Pelakunya) rata-rata anak-anak. Ada juga SMP, ada juga SMA," kata Iriawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (21/6).
Lihat juga:Kawal Rest Area, Polisi Menyamar Jadi Preman |
Menurut Iriawan, pelaku yang ditangkap ini kedapatan membawa barang-barang tajam seperti golok, sangkur, senjata api dan sebagainya. Dari 2.016 pelaku, polisi setidaknya menahan 249 pelaku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang ditahan terdapat bukti-bukti yang cukup untuk melakukan penyidikan dari hasil pidana," kata Iriawan.
"Kami terus melakukan operasi terutama mengantisipasi geng motor hingga konvoi Sahur on The Road (SOTR) yang kebanyakan justru dimanfaatkan untuk kegiatan negatif," ujarnya.
Terkait larangan takbir keliling yang dikeluarkannya beberapa waktu lalu, Iriawan mengatakan pihaknya hanya menginginkan adanya suasana kondusif saat perayaan Idul Fitri.
Iriawan berkata, sebaiknya takbir dilakukan dalam masjid terdekat tanpa harus turun ke jalan.
"Kan sebagai Kapolda, saya menyayangi warga. Takutnya kan macet, ada pertemuan antara kelompok ini dan itu dan bisa-bisa tawuran," kata Iriawan.