Pria yang berasal Kebumen, Jawa Tengah itu mengatakan mendapat penghasilan yang lebih tinggi ketika musim mudik tahunan itu datang.
“Beda sama hari-hari biasa ya. Kalau hari biasa pagi sampai sore, Rp100 sampai Rp110 ribu. Rejeki kan nggak tentu. Lebaran ada peningkatan dikit lah," kata dia kepada CNNIndonesia.com, Jumat (23/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pengamatan CNNIndonesia.com di lapangan, para porter langsung menghampiri penumpang kereta api dan langsung menawarkan jasanya. Mereka dengan cekatan, memanggul barang bawaan para penumpang.
Lihat juga:Telkomsel Berangkatkan 8 Ribu Pemudik |
"Kami bawa barang penumpang terus nggak ketemu orangnya. Itu tanggung jawab kami. Terus kita serahkan ke kantor. Intinya pelayanan lah buat para penumpang," tutur Udin.
Penambahan Kereta
Rahmat bekerja menjadi porter menggantikan ayahnya, yang sudah pensiun lantaran sudah sakit-sakitan. "Alhamdulillah, rejeki tambahannya banyak. Karena kan kalau Lebaran keretanya ditambah," kata dia.
Rahmat menyatakan, tak ada patokan harga yang dirinya dan rekan-rekannya lain berikan kepada para penumpang kereta. Menurut dia, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada para penumpang memberikan berapa pun.
Stasiun Pasar Senen memang diserbu puluhan ribu pemudik untuk kembali ke kampung halamannya. Lebaran tahun ini bisa jadi tak hanya membawa kebahagiaan bagi jutaan umat Islam di Tanah Air. Tapi juga pada orang macam Udin dan Rahmat di Senen.