Menurut Tjahjo, nasi opor dan sambal petai merupakan makanan kesukaannya sejak kecil. Lauk tersebut biasa ia nikmati dengan tambahan kepala ayam yang juga disukainya.
"Lebaran mencicipi nasi opor ayam ditambah sambal goreng petai, ayam khusus brutu (bagian belakang), dan kepala ayam. Itu kesukaan sejak kecil,” kata Tjahjo kepada wartawan beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tjahjo mengatakan, acara ramah tamah di kediaman pribadi sebenarnya sempat ia lakukan selama masih menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan pada 2009-2014 silam. Kala itu, ia rutin menggelar acara open house hingga tiga tahun berturut-turut.
Usai Salat Id, biasanya ia bersilaturahmi ke Presiden Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, dan mantan Wapres Try Soetrisno.
Lihat juga:Mencari Beda Ketupat, Lontong, dan Buras |
Mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan itu mengaku kebiasaannya tak menggelar acara ramah tamah saat Lebaran sama dengan apa yang dilakukan kedua orangtuanya. Menurut pengakuannya, selama lima periode menjabat sebagai anggota DPR-Gotong Royong ayahnya tak pernah sekalipun menggelar acara ramah tamah di rumah pribadi saat Idul Fitri.
Selain bercerita ihwal kebiasaan tak menggelar acara ramah tamah di rumah, Tjahjo juga menyampaikan syukur karena dapat menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan tahun ini tanpa hambatan.
"Hanya makan sop kaki kambing terpaksa berkurang, jadi seminggu sekali," katanya.
Menteri kelahiran Surakarta itu memang gemar menikmati sop kaki kambing yang dijual di empat lokasi berbeda seputar ibu kota. Lapak sop kaki kambing di sejumlah tempat sudah jadi langganan Tjahjo.