"Untuk di Pelabuhan Ratu, posisi hilal saat terbenamnya matahari bahkan sudah mencapai 3,88 derajat dengan umur bulan 8 jam 15 menit 24 detik," kata peneliti Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama Cecep Nurwendaya saat sidang isbat di Kementerian Agama, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag, Sabtu (24/06).
Salah satu metode penentuan Idulfitri sendiri adalah memperhitungkan ketinggian hilal (bulan sabit). Hanya saja, ada yang ahli hisab yang menyatakan ketinggian 2 derajat sudah terhitung bulan baru, tapi beberapa ahli lain menyatakan ketinggian harus minimal 4 derajat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ijtimak qablal gurub (sebelum terbenamnya matahari) terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Bahkan ketinggian di seluruh Indonesia sudah di atas dua derajat," terangnya.
Sebelumnya, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Muhammad Thambrin menjelaskan sidang isbat (penetapan) awal bulan Syawal 1438H akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, bersama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin dan Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher.
Melalui mekanisme sidang isbat, Kemenag akan menetapkan waktu pasti umat muslim Indonesia akan berhari raya Idul Fitri, 1 Syawal 1438H.
Sebagaimana isbat awal ramadan lalu, proses sidang akan dimulai pukul 17.00 WIB, diawali dengan pemaparan dari Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama tentang posisi hilal menjelang awal Syawal 1438H.
Adapun proses sidang isbatnya, dijadwalkan berlangsung selepas salat Magrib setelah adanya laporan hasil rukyatul hilal dari lokasi pemantauan.