"Kami mengosongkan jadwal ibadah pagi sehingga saudara-saudara kami, umat Muslim, bisa salat Id dengan khusyuk," kata Gembala Sidang GKII Bengkulu, Pdt David Susilo Pranoto, seperti yang dikutip dari Antara pada Minggu (25/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perubahan jadwal ibadah Minggu, dikatakan David, bukan hal yang tabu dilakukan, sebab jadwal ibadah tidak memiliki aturan ketat.
"Ini momen istimewa bagi umat Muslim dan berlangsung hanya sekali setahun. Tahun depan, belum tentu berlangsungnya tepat di hari Minggu," kata David.
Pengurus Masjid Al Istiqomah tentu saja mengapresiasi keputusan pihak gereja yang menggeser jadwal ibadah sebagai bentuk dari rasa tenggang rasa.
"Kami mengapreasiasi kebijakan pengurus gereja untuk menciptakan suasana nyaman dan khusyuk beribadah salat," kata salah satu pengurus masjid sambil tersenyum.