Kegembiraan lebaran tak terlihat di Panti Jompo Waluyo, Jakarta Pusat. Ketika memasuki kawasan panti, tidak tampak keceriaan dari bangunan bercat putih tersebut.
Samar-samar dari salah satu bilik kamar terdengar lenguhan pria baya yang sedang menahan sakit di atas tempat tidurnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi dia masih bisa diajak bercakap-cakap. Meskipun sudah sangat sepuh daya ingatnya lumayan kuat," lanjut Fauzan.
Anak bungsunya mengantarkan Opung Rus ke panti. Alasannya, karena tidak bisa menemani Opung di rumah sepanjang hari dengan alasan bekerja.
"Anak bontot (bungsu) saya bilang sibuk, tidak sempat lagi temani saya di rumah, kata dia kalau di panti saya bisa banyak teman," kata Opung Rus.
Lihat juga:Mengais Rezeki Lewat Jasa Mengaji di Kuburan |
"Yang datang temui saya hari ini, tidak ada. Anak tidak ada yang datang," kata Opung.
Opung mengaku sudah tidak lagi mengharapkan kedatangan anaknya tersebut untuk sekadar menjenguknya.
Menurut Opung anaknya tidak bersalah meski tak mengunjunginya. Dia memahami kesibukan anaknya yang tidak memiliki waktu untuk sekadar menjenguk dirinya.
"Kemarin pas saya masuk rumah sakit karena kaki patah, dia datang. Dua jam ketemu, dia bayarin biaya abis itu pergi. Itu juga sudah cukup," kata Opung.
"Kalau ditanya apa saya rindu? Jelas saya rindu, tapi anak saya tidak mau ketemu saya, dia sibuk bekerja juga," kata dia.
Oma Imas, penghuni Panti Jompo Karya Asih. (CNN Indonesia/Tiara Sutari) |
Sejak ditinggal anak perempuan satu-satunya menikah, Oma Imas merasa kesepian. Panti Jompo Karya Kasih pun dia jadikan tujuan hidupnya.
"Teman saya banyak di sini, setidaknya saya tidak tinggal dengan pembantu di rumah," kata Oma Imas.
Berbeda dengan Opung Rus, Oma Imas mengatakan, anaknya rajin menjenguknya di Panti Jompo.
Bahkan momen lebaran ini, anaknya telah memberi tahu akan menjenguknya pada hari ke dua lebaran.
"Besok anak saya jenguk saya, tidak masalah berlebaran di panti, banyak teman di sini, kami juga memasak opor bersama-sama," kata Oma Imas.
Lihat juga:Kisah Lebaran Warga Asli Ibu Kota |
Oma Imas, penghuni Panti Jompo Karya Asih. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)