"Kami datang untuk sampaikan bahwa faktanya memang ada. Itu yang ingin kami sampaikan, mudah-mudahan presiden dengar itu," kata Bachtiar saat Konferensi Pers GNPF-MUI di AQL Islamic Center Tebet, Jakarta, Selasa (27/6).
Kepada Jokowi, GNPF juga menyampaikan bahwa perilaku aparat penegak hukum selama ini tebang pilih. Menurutnya, bila umat Islam melakukan kesalahan, kepolisian langsung menangkap dan memenjarakannya. Mamun bila non-muslim mereka sangat toleran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itulah GNPF sejak awal berusaha berdialog langsung dengan orang nomor satu di RI itu. Diawali saat aksi 4 November 2016 (411) hingga aksi 2 Desember 2016 (212). Komunikasi selanjutnya dijalin dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan kemudian Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto.
“Presiden sempat tiga kali berkata begini, ‘Seandainya ada dialog antara kita di 411, nggak ada 212, nggak ada ini-ini’,” kata Bahctiar.
Hal ini, kata Bachtiar, menunjukan bahwa Jokowi sejak awal ingin menjalin dialog dengan GNPF-MUI.