Namun, dari kedua stasiun tersebut, Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, masih menjadi idola sehingga jumlah penggunanya pun jauh melebihi Gambir. Padahal, Gambir memiliki 40 perjalanan atau keberangkatan sementara Senen 36 perjalanan.
Senior Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Suprapto, menjelaskan jumlah penumpang yang besar di Senen ini terdongkrak oleh kereta ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, satu gerbong kereta kelas ekonomi sedikitnya dapat terisi 100 penumpang, sementara gerbong bisnis maupun eksekutif hanya setengahnya, yaitu 40 penumpang.
Stasiun Pasar Senen melayani lebih banyak penumpang ketimbang Gambir. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Sementara di Gambir ada 190.728 penumpang dan stasiun lain 19.237.
Pemudik asal Cipinang, Jakarta Timur, Adi Sucipta (34), menyebut perjalanan menggunakan kelas ekonomi tidak kalah baik sehingga ia tak perlu mengeluarkan uang lebih untuk kereta eksekutif.
Apalagi, kualitas pelayanan kereta ekonomi juga sudah meningkat drastis.
"Lebih murah juga, untuk perjalanan kereta lumayan enak, padahal ekonomi," kata Adi yang hendak mudik ke Semarang, Jawa Tengah ini.
Sementara, Suprapto melanjutkan, kereta ekonomi juga memiliki pelayanan setara eksekutif. Hanya saja, tiketnya memang lebih murah karena masih disubsidi pemerintah.
"Kalau kereta lebih murah, terjangkau khususnya ekonomi," katas Suprapto.
Stasiun Pasar Senen melayani lebih banyak penumpang ketimbang Gambir. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)