"Kalau siang ini landai, tadi malam kepadatan akibat KM 66 sampai KM 72. Kepadatan ya, tidak macet," kata Kepala Posko Pusat Operasi Ramadniya 2017, Komisaris Besar Heri Sutrisman kepada CNNIndonesia.com di kantornya, Jakarta, Kamis (29/6).
Ia menuturkan, polisi tetap mengantisipasi lonjakan arus balik, tepatnya di KM 66 (pertemuan tol Cipali-Purbaleunyi) yang merupakan pertemuan arus dari Bandung dan Jawa Tengah. Beberapa langkah untuk mengantisipasi kemacetan sudah disiapkan, di antaranya memberlakukan buka dan tutup lokasi peristirahatan atau rest area.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dalam keterangan resmi, Juru Komunikasi Jasa Marga Dwimawan Heru Santoso menyebutkan pihaknya bisa memberlakukan sistem buka-tutup di area istirahat lain, misalnya saja KM 71, 62, 52, 42 dan 33.
Selain menerapkan sistem buka-tutup rest area, kepolisian juga menyiapkan sistem lawan arus (contra flow) di sepanjang jalur itu untuk mengantisipasi kemacetan. Hal ini dikarenakan ada beberapa titik yang berpotensi macet sejak KM 66.
"Kalau seandainya kepadatan berlebih dan tidak bergerak di KM 66, kami contra flow, dari KM 70 sampai KM 40. Kenapa dilakukan sampai 30 kilo? Karena ada tiga titik, 62, 50 sampai 42, ada area peristirahatan dan rest area parking buy (kantung peristirahatan sementara yang khusus disiap untuk mudik) lagi," kata Heri.
Pada saat contra flow, ia menjelaskan, arus yang ditarik adalah yang berasal dari Cipali sementara mobil dari Purbaleunyi tetap memakai jalur normal.