Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan, ada tiga sketsa wajah berbeda yang dibuat polisi. Sketsa-sketsa wajah tersebut diduga kuat merupakan pelaku teror terhadap Novel.
Hasil sketsa itu, kata Argo, nantinya akan ditunjukkan kepada para saksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Argo mengaku belum melihat hasil sketsa wajah itu. Menurutnya, sketsa itu nantinya hanya akan digunakan untuk melengkapi keterangan saksi-saksi guna mengetahui identitas pelaku.
Polda belum berencana melempar hasil sketsa wajah tersebut ke publik. Sebab, sketsa itu disebut masih akan dikonfirmasi dengan saksi.
"Kalau memang sudah betul seperti itu, tidak masalah. Tapi kalau nanti kurang ini, kurang itu, kan perlu perbaikan semua," katanya.
Namun, Wakapolda Metro Jaya Brigadir Jenderal Suntana mengatakan, rencana itu masih akan dikoordinasikan dengan pihak rumah sakit maupun dokter yang merawat Novel di Singapura.
Novel disiram air keras pada 11 April 2017, usai salat subuh di masjid dekat rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi. Namun, hingga kini polisi belum menetapkan tersangka pelaku penyerangan.