Dalam informasi KTP yang beredar di kalangan wartawan, diduga pelaku bernama Mulyadi (28 tahun), warga Kampung Pagaulan RT 012 RW 005, Desa Suka Resmi, Kecamatan Cikarang Selatan. Pelaku masih berstatus mahasiswa.
"Kami belum bisa mengonfirmasi dari sumber saja. KTP ditemukan memang dengan nama itu, tetapi harus dicek, harus ada beberapa pembanding karena belum tentu KTP itu benar," ujar Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di lokasi, Jumat (30/6) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, jenazah pelaku sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati dan akan diambil tes postmortem dan antemortem untuk mengetahui identitasnya lebih dalam.
Kepolisian berjanji akan berupaya menyelesaikan olah TKP secepatnya. Hal ini dimaksudkan agar masjid dapat dikembalikan difungsikan untuk ibadah.
Darah pelaku yang tercecer di TKP tempat pelaku tewas ditembak pun sudah dibersihkan pihak Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan. Pihak kepolisian hingga saat ini masih berjaga-jaga di sekitar lokasi.
Keduanya mendapat luka tusuk masing-masing di bagian leher dan bawah kuping. Saat ini, korban berada di Rumah Sakit Pusat Pertamina untuk mendapatkan perawatan intensif.
Pelaku yang menyerang korban langsung melarikan diri ke arah Terminal Blok M. Ketika dalam pengejaran oleh anggota Brimob lain, pelaku diduga berbalik melawan dan kemudian berujung tembakan di kepala dan dada.