Namun, kenyataannya, tidak seluruh masyarakat merasakan euforia yang sama. Ada beberapa warga yang mengaku kecewa karena ‘sikap dingin’ mantan kepala negara ke-44 di Amerika tersebut saat mendarat di Jakarta, Jumat (30/6) siang.
Reni, misalnya, salah satu warga asal Bekasi, Jawa Barat, yang kebetulan tengah berada di Bandar Udara Halim Perdanakusuma ketika Obama mendarat. Ia berharap, Obama menyapa masyarakat yang berkumpul untuk melihatnya. Alih-alih menyapa, Obama bahkan tak sempat membuka kaca pintu mobil yang membawanya pergi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reni mengatakan, sebetulnya, kehadirannya tak khusus untuk bertemu Obama. Ia mengaku, tengah menjemput anggota keluarganya yang mendarat di bandara yang sama.
Kekecewaan lain juga datang dari Ido (26 tahun), warga yang antusias melihat Obama. Ia bahkan memandang penutupan Kebun Raya Bogor karena kedatangan Obama di Istana Kepresidenan tidak perlu dilakukan.
Menurut Ido, pengamanan untuk Obama selama berada di Bogor seharusnya tak perlu sampai menutup tempat wisata yang berada di kota hujan tersebut.
Ido yang mengklaim mengenyam pendidikan di Negeri Paman Sam itu justru lebih setuju bila pengamanan ketat, seperti pemindaian sinar X-Ray atau pemeriksaan menggunakan alat pemindai metal daripada menutup salah satu obyek wisata di Bogor.
"Cukup kawal super ketat dan steril saja. Lagipula, kasihan juga kalau ada warga yang jauh-jauh mau liburan ke sana (Kebun Raya Bogor), tetapi tiba-tiba ditutup demi seorang Obama," pungkasnya.