Tahun ini, para pengguna jalan tol mengeluhkan kemacetan yang muncul menjelang tempat-tempat peristirahatan, terutama sejak masuk gerbang tol Palimanan hingga Cikarang Barat.
"Saya terjebak kemacetan di tol Cikopo-Palimanan. Sebelumnya juga terkena macet di kendal dan tol fungsional di Batang," kata Hendrik Sumali (46), salah satu pemudik di Tempat Peristirahatan kilometer 62 tol Jakarta-Cikampek, dikutip dari Antara, Minggu (2/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Fasilitas di jalan tol sudah bagus, hanya saja kemacetannya itu yang menghambat perjalanan kami dari Semarang," kata Hendrik yang membawa istri dan tiga anaknya untuk berlebaran di kampung halaman.
"Arus lalu-lintasnya tidak teratur sebelum datang petugas dari Jasa Marga dan kepolisian. Kalau ada jembatan penyeberangan jalan tol, banyak kendaraan yang tampak sengaja berhenti persis di bawahnya untuk beristirahat," ujar Hendrianto.
Ia juga menyayangkan masih banyaknya warga sekitar yang berjualan di jalan tol yang semakin menghambat perjalanan.
Sementara Hartono (50), pemudik yang menggunakan bus umum mengaku mengalami hambatan yang sama pada ruas tol Cipali dan ruas tol fungsional.
"Kami dua kali berhenti untuk beristirahat sejak perjalanan dari Klaten. Pertama di sekitar Batang dan kedua di kilometer 62 ini," kata pemudik tujuan Tangerang itu.
Sebelumnya, Direktorat Lalu-Lintas Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat mulai menutup ruas tol Cikopo menuju Palimanan untuk mengantisipasi kepadatan puncak arus balik pada Sabtu malam.
Penutupan ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali) itu dimulai pada sejak kilometer 84 sampai kilometer 117 bahkan hingga kilometer 127.
Selain jalur satu arah dari Cikopo, kami juga mengambil kebijakan lawan arus pada kilometer 64 tol Jakarta-Cikampek hingga kilometer 34," kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik.