Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Ego Syahrial menuturkan, rekomendasi itu diberikan setelah munculmya letusan pertama Sileri di tahun ini yang tercatat 30 April lalu. Menurutnya, saat itu terjadi semburan lumpur dengan ketinggian 10 meter dengan ketebalan 1 hingga 2 milimeter (mm). Bahkan, aktivitas itu menghasilkan gempa dengan amplitudo kecil sepanjang 48,1 detik.
Oleh karenanya, Badan Geologi sebenarnya telah meminta masyarakat untuk tidak mendekati bibir kawah Sileri dalam radius 100 meter sejak tiga bulan lalu. Rekomendasi itu pun telah disosialisasikan kepada pengelola tempat wisata setempat dan Camat di sekitar kawah gunung Dieng.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Ego menilai bahwa aktivitas gunung Dieng saat ini terbilang normal. Namun, ia tetap berharap masyarakat mengindahkan rekomendasi Badan Geologi untuk tidak mendekati radius 100 meter dari bibir kawah. Pasalnya, ke-12 korban yang terpapar letusan disebabkan karena masyarakat berada dalam jarak 20 meter dari bibir kawah.
"Masyarakat agar tetap tenang, tidak terpancing dengan isu-isu terkait aktivitas Gunung Dieng. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara," pungkasnya.