Sarwa Pramana, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah menuturkan PVMBG masih terus mengevaluasi status terakhir Kawah Sileri, apakah sudah aman dikunjungi wisatawan.
"Sampai saat ini area tersebut masih ditutup. Masyarakat dilarang mendekat dalam radius 100 meter," kata Sarwa dikutip dari Antara, Selasa (4/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan, saat letusan freaktif terjadi pada hari Minggu, terjadi lontaran lumpur panas setinggi 150 meter dan menyebabkan 12 wisatawan menjadi korban.
"Akibat letusan kemarin tidak sampai berpengaruh terhadap penyebaran CO2," katanya.