Herisman, Kepala Seksi Pemerintahan dan Trantib Provinsi DKI Jakarta menuturkan, kepastian waktu penggusuran ditentukan usai rapat di tingkat Walikota hari ini.
"Surat Peringatan (SP) Tiga belum tahu kapan, hari ini dirapatkan di tingkat Walikota. Kami sifatnya menunggu. Begitu SP Tiga turun, sehari kemudian digusur, targetnya bulan ini," kata Herisman saat ditemui di Kantor Lurah Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (4/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, tahun lalu pemerintah sudah melakukan penggusuran di RW 9, 10, 11, dan sebagian RW 12. Penggusuran yang dilakukan bulan ini merupakan sisa wilayah RW 12.
Ia mengklaim, saat ini kondisi di lokasi penggusuran sudah kondusif dan sebagian warga berinisiatif membongkar bangunan rumahnya sendiri.
"Besok batas waktu pindahan terakhir, masih ada delapan KK, ada sisa-sisa barang yang belum terangkut," ucapnya.
Herisman menuturkan, selama ini lokasi yang akan terkena penggusuran merupakan daerah langganan banjir. Ia mencontohkan wilayah RT 1 dan 2 yang terletak di belakang SMA Negeri 8 Jakarta, Bukit Duri, yang selalu terkena banjir dengan ketinggian lebih dari 1,5 meter.
"Nanti penggusuran akan melibatkan Satpol PP, kepolisian, TNI, Petugas Pemadam Kebakaran dan PLN. Di sana akan dibangun tanggul dan jalan inspeksi. Pembangunan akan langsung dilakukan jika prosesnya lancar," katanya.