Tim gabungan ini terdiri dari Divisi Profesi dan Pengamanan Polri, Inspektorat Pengawasan Umum Polri, dan Asisten Kapolri Divisi Sumber Daya Manusia (SDM).
"Ini sedang diteliti oleh Divisi Propam. Dan hari ini dari Itwasum sedang verifikasi ke Polda Jawa Barat," kata Asisten Kepala Polri Divisi SDM Irjen Arief Sulistyanto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (4/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Teguran lisan) itu supervisi kemarin. Akhirnya kami ambil alih dari pusat," ucap Arief.
Asisten Kepala Polri Divisi SDM Irjen Arief Sulistyanto saat menerangkan perihal langkah Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charilian menerbitkan surat keputusan tentang kebijakan prioritas putra daerah dalam penerimaan calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Jawa Barat di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (4/7). (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon) |
Dengan begitu, dia menambahkan, nama calon taruna yang dinyatakan lolos seleksi harus diurut berdasarkan rangking perolehan nilai.
"Hasil kajian kami, penentuan kelulusan harus berdasarkan kualitas. Kalau kita lihat kualitas berarti berdasarkan ranking penilaian. Ini yg tidak boleh dipungkiri," kata Arief.
Dalam video tersebut tampak Nani mempertanyakan kebijakan prioritas putra daerah yang tertuang dalam keputusan Kapolda Jawa Barat yang dikeluarkan tanggal 23 Juni 2017.
Dalam keputusan Kapolda tersebut diatur pedoman penerapan persentase kelulusan tingkat panitia daerah (panda) bagi putra-putri daerah dalam proses seleksi penerimaan anggota Polri secara terpadu (Akpol, Bintara, Tamtama) TA 2017 Panda Polda Jabar. Di sana disebutkan hasil kelulusan sementara sebanyak 35 orang pria dan empat orang wanita dengan kuota 13 orang putra daerah dan 22 orang nonputra daerah. Namun, setelah melewati tahap seleksi hanya sebanyak 12 orang putra daerah dan 11 orang nonputra daerah yang diterima.
"Nah di situ (kebijakan) nonputra daerah diambil hanya 11 orang, padahal nilainya lebih tinggi dari putra daerah. Kami protes, kalau putra daerah itu nilainya tinggi, enggak apa-apa, kami ikhlas, tapi ini di bawah dari (putra) kami," kata Nani.
Menurutnya, kebijakan prioritas putra daerah ini diberitahukan kepada orang tua calon siswa saat pengumuman kelulusan, Kamis (28/6) di Polda Jabar.
Saat itu, orang tua siswa bereaksi keras karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya soal kategorisasi putra daerah dan non putra daerah.
