"Dari hasil CCTV memang terlihat ada orang yang memasang, kami belum bisa pastikan berapa orang, bisa jadi mereka tidak sendiri. Tapi yang kelihatan hanya satu orang dan masang (bendera) itu," kata Ardi di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (4/7).
Ardi menambahkan, berdasarkan rekaman CCTV, pemasangan bendera dilakukan sekitar pukul 02.00 WIB. Namun dia belum bisa merinci ciri-ciri pelaku, karena polisi masih mengolah data rekaman video mengenai lalu lalang orang di sekitar polsek. Saat ini CCTV sedang diolah tim gabungan di laboratorium forensik Mabes Polri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, Polsek Kebayoran Lama memperketat penjagaan, juga dibantu dari Polres Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya.
Menurut informasi kepolisian, bendera itu pertama kali ditemukan oleh polisi yang bertugas piket sekitar pukul 05.30 WIB. Usai salat subuh, seorang anggota polisi Bripka Billy dan seorang warga bernama Jangkung mendengar suara sepeda motor berhenti di dekat polsek.
Merasa curiga, keduanya lantas keluar untuk mengeceknya. Namun, pengendara motor tersebut langsung pergi.
Tak hanya itu, polisi juga menemukan sebuah pesan bernada ancaman yang ditulis di atas kertas karton berwarna kuning.
"Orang yang masang sudah tidak ada. Tapi tadi malam kami lakukan pemeriksaan di sekitar mako itu (bendera) belum ada. Jadi tadi malam itu dipasangnya," kata Ardi.