"Kurikulum (agama) di sekolah full day school sangat terbatas. Gurunya enggak ada, yang ada di pendidikan masyarakat, pesantren, madrasah, musala dan taman pendidikan agama. Jangan diambil sekolah semua," kata Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin, Sabtu (8/7).
Jika full day school diterapkan, ia khawatir seluruh pelajar Indonesia akan kerugian. Mereka akan kekeringan ilmu agama dan menjadi generasi yang tidak mengenal Allah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mengusulkan ada dialog antara NU dan Muhammadiyah. Tapi NU enggak mau pokoknya tolak," kata Cak Imin.
Sikap NU dan Muhammadiyah memang bertolak belakang. Jika NU menolak full day school, Muhammadiyah justru mendukung ide tersebut.
Mendikbud Muhadjir Effendy sendiri merupakan mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang. Selain itu Muhadjir adalah Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan dan Kebudayaan.
Selain menunda penerapannya, Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin berharap pemerintah berhenti melakukan sosialisasi full day school.
"Kami mohon agar Kemendikbud tidak melakukan sosialisasi dan langkah lain serta menunda pemberlakuan Permendikbud Nomor 23 tahun 2017 tentang Hari Sekolah karena bisa menimbulkan pro dan kontra," ungkap KH Ma'ruf Amin dalam keterangan resmi.
Ada beberapa pertimbangan bagi MUI untuk meminta pemerintah menimbang ulang rencana pemberlakuan full day school. Salah satunya adalah anggapan kontraproduktif dengan program kerja Presiden Joko Widodo tentang Nawa Cita yang bertujuan membangun karakter bangsa.
MUI berharap kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter dituangkan dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) agar skala cakupan dan implementasinya lebih luas.