Bambang mengatakan, niat Agus bergabung dengan ISIS diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan penyidik Polrestabes Bandung dan Polda Jabar.
"Menurut interogasi, setelah mau meledakan, dia ingin bergabung dengan ISIS di Filipina," ujar Bambang di lokasi ledakan di Kampung Kubang Beureum, Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Minggu (9/7).
Bambang menerangkan, Agus terobsesi bergabung dengan ISIS usai melihat sejumlah informasi yang ada di internet. Menurutnya, upaya teror di sejumlah lokasi di Bandung merupakan langkah untuk meyakinkan dirinya berbagung dengan ISIS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sejumlah informasi telah diketahui, Bambang menuturkan, saat ini Densus 88 Antiteror Mabes Polri masih melakukan pemeriksaan terhadap Agus untuk mencari pelaku lain yang terlibat dalam aksi terorisme.
Ledakan dari bom panci diduga terjadi di sebuah rumah kontrakan di Kampung Kubang Bereum, Buah Batu, Bandung Jawa Barat, Sabtu (8/7). (Foto: Dok. Humas Polda Jawa Barat) |
Sementara itu, Bambang menyampaikan, sasaran teror yang tak lagi mengincar kepolisian tidak menjadi pembeda jaringan terorisme. Menurutnya, para teroris memiliki kemampuan untuk melakukan aksi teror di berbagai medan.
Kemampuan itu, lanjut dia, bisa diperoleh dari sejumlah cara, salah satunya melalui internet. Kemampuan itu pada intinya untuk menjalankan perintah yang dikeluarkan oleh ISIS, yakni mendirikan sistem khilafah di Indonesia.
"Yang dilakukan adalah sesuai dengan amalan yang dia ikuti. Ini masih kami dalami, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa diketahui motivasi dan sasarannya apa," ujar Bambang.
