“Seluruh laskar FPI tidak boleh segan-segan untuk membantu aparat mengejar, mencari, memburu, menangkap semua pelaku kejahatan tersebut. Kalau aparat tidak melakukan dengan baik dan membiarkan pelakunya berkeliaran, maka saya minta seluruh laskar FPI di manapun berada untuk mengejar, mencari, memburu, menangkap, memproses mereka secara hukum dan mereka harus dihukum berat,” kata Rizieq dalam rekaman suara yang diterima CNNIndonesia.com di Jakarta, Senin (10/7).
Imam besar FPI itu juga menyatakan, kasus penganiayaan ini tidak bisa dipisahakan dari keterlibatan Hermansyah di GNPF MUI soal kasus yang menjaratnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Rekan Hermansyah: Serangan itu Mematikan |
Rekaman suara Rizieq tersebut sudah dibenarkan oleh salah satu kuasa hukumnya, Kapitra Ampera.
Polisi memperkirakan, pelaku penyerangan berjumlah sekitar 5 orang. Salah seorang di antaranya menggunakan senjata tajam. Usai kejadian itu, para pelaku langsung melarikan diri.
Selain itu, polisi juga memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian di di Jalan Tol Jagorawi, Jakarta Timur subuh kemarin.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan penyidik masih mengumpulkan barang bukti dalam kasus tersebut untuk mengungkap pelaku penusukan. Argo menyebut hingga kini pelaku belum diidentifikasi. (sur)