"Tidak juga. Itu pekerjaan (pakar telematika) jangan disamakan dengan permasalahan (penusukan), ya berbeda. Jangan menjustifikasi (karena kasus Rizieq)," kata Iriawan usai menghadiri upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-71 di Monas, Jakarta Pusat, Senin (10/7).
Menurutnya, penyidik belum pernah memeriksa Hermansyah sebagai saksi ahli terkait kasus cakap mesum Rizieq. Iriawan menuturkan, Hermansyah merupakan pakar telematika yang pernah menyebut bukti cakap mesum Rizieq palsu. Pernyataan itu disampaikan dalam acara diskusi di stasiun televisi nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang sudah sadar setelah dioperasi, bisa diajak bicara, sudah mulai membaik Hermansyah," katanya.
Lihat juga:Rekan Hermansyah: Serangan itu Mematikan |
Hermansyah ditusuk orang tak dikenal saat bersama adiknya menggunakan dua mobil dari arah Jakarta dengan tujuan pulang ke Depok. Korban menggunakan mobil Toyota Avanza nomor polisi B-1086-ZFT.
Lihat juga:Saksi Ahli GNPF MUI Dikeroyok di Tol |
Hermansyah sendiri mengalami luka serius di bagian kepala, leher, tangan, dan sempat bersandar di jok mobil. Dia kemudian ditolong petugas Jasa Marga untuk dibawa ke RS Hermina.
Saat mengunjungi Hermansyah di tempat perawatan, Ketua GNPF-MUI, Bachtiar Nasir, mengatakan kasus yang menimpa pakar telematika tersebut tak terkait perkara yang sedang ditangani. Itu, kata Bachtiar, berawal dari aksi saling kejar mobil di tol karena ada yang menyenggol mobil korban. (pmg)