Penggusuran di area sepanjang 700 meter tersebut dilakukan demi program normalisasi sungai di kawasan itu.
"Sudah bertahun-tahun mereka terkena banjir. Saya bilang, mau sampai kapan seperti ini? Tidur enggak nyenyak, digigit nyamuk. Jadi, mereka memang sudah sepakat untuk pindah ke rusun yang lebih baik," kata Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi saat meninjau langsung penertiban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni) |
"Pokoknya hari ini semuanya selesai kita usahakan. Karena besok BBWSCC (Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane) akan mulai pengerjaan sheetpile (dinding turap)," kata Tri.
Penggusuran Terakhir
Tri menjelaskan penggusuran kali ini merupakan penggusuran terakhir di kawasan Bukit Duri. Setidaknya, sudah tiga kali penggusuran pernah dilakukan di kawasan ini.
Penggusuran pertama di kawasan Bukit Duri dilakukan pada Agustus 2015. Penggusuran berikutnya, terjadi pada September 2016.
Saat itu 400 bidang tanah dan bangunan milik warga Bukit Duri di RW 09, 10, 11 dan 12 ditertibkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Warga korban penggusuran direlokasi ke Rusun Rawa Bebek.
"Kalau besok selesai (penertiban), kami langsung mobilisasi material. Ada 1400 sheetpile yang diperlukan," kata Iskandar yang juga meninjau proses penertiban di Bukit Duri.
Dengan penertiban hari ini, maka pembenahan sungai Ciliwung sudah masuk pada angka 9 kilometer. Total rencana panjang normalisasi sungai Ciliwung adalah sepanjang 19 kilometer.
"Yang ini (di Bukit Duri) ada 355 bidang yang diselesaikan. Lama pengerjaan kita targetkan 17 Minggu atau kurang lebih 4 bulan," ujar Iskandar.
