Setelah Kementerian PUPR menerbitkan SLF, kata Djarot, maka jalan layang sepanjang 1.622 meter itu dapat segera dibuka untuk uji coba open traffic sebelum diresmikan pada 17 Agustus 2017 mendatang.
"Kami harus pastikan bahwa Simpang Susun Semanggi bisa berjalan dengan baik. Kemarin kami sudah bertemu dengan Kementerian PUPR, mereka pastikan akan segera terbitkan SLF pertengahan Juli. Biar akhir Juli bisa kita lakukan (uji coba) open traffic," kata Djarot, di Balai Kota DKI Jakarta, pada Kamis (13/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Simpang Susun Semanggi segera menjalani uji beban statik dan dinamik jembatan untuk mendapat Sertivikat Layak Fungsi," demikian keterangan resmi dari Kementerian PUPR.
Menurut rencananya, Presiden Joko Widodo akan meresmikan jalan layang senilai Rp 345 miliar itu pada 17 Agustus, bertepatan dengan peringatan kemerdekaan RI tahun ini.
Sehingga, bila dilihat dari atas, proyek ini terdiri dari dua lintasan berbentuk setengah lingkaran yang bila digabungkan maka dua lintasan ini seolah-olah membentuk satu lingkaran penuh.
Lintasan pertama memiliki panjang 796 m, menghubungkan Jalan Gatot Soebroto di sisi markas Polda Metro Jaya dengan Jalan Raya Jendral Sudirman arah Bundaran HI.
Lihat juga:Proyek Pembangunan Simpang Susun Semanggi |
Lintasan kedua memiliki panjang 826 meter, menghubungkan Jalan Gatot Soebroto di sisi Wisma Mulia dengan Jalan Raya Jendral Sudirman arah Bundaran Senayan.
Pengguna jalan dari arah cawang yang melintas Jalan Gatot Soebroto, memiliki alternatif untuk masuk ke Jalan Jenderal Sudirman arah Bundaran Senayan, dari semula hanya melewati simpang susun di dekat Plaza Semanggi, juga bisa melewati simpang susun baru yang masuk dari sisi Wisma Mulia.