Jokowi bercerita dalam pertemuan itu, Presiden Ashraf yang kagum dengan keberagaman di Indonesia mengingatkan dirinya jangan sampai masyarakat terpecah seperti di Afghanistan.
"Beliau cerita Afghanistan bisa ramai terpecah karena dua kelompok. Kelompok ini mengajak negara lain untuk masuk sampai ada 40 kelompok. Kalau sudah seperti ini, sulit dipersatukan," kata Jokowi.
Lihat juga:Ketua MUI Samakan Intoleransi dengan Takfiri |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Jokowi mengaku bahwa Ashraf meminta pengalaman Indonesia mengelola keberagaman bisa diajarkan di Afghanistan. Ia meminta ulama dan menteri didelegasikan ke Afghanistan untuk bertemu kelompok di negaranya sehingga bisa menularkan persatuan dalam keberagaman.
Lihat juga:Jokowi: Islam Radikal Bukan Islam MUI |
"Jadi kalau ada gesekan sedikit dari keberagaman seperti itu tidak apa-apa, namanya hidup kalau lurus gak menarik. Gesekan dikit tidak apa-apa dan jangan melebar kemana-mana," kata Jokowi.